Senin, 14 November 2011

Siapa Anda Terbaca Lewat Ngidam Makanan

Ngidam makanan bisa jadi teropong untuk melihat kondisi fisik dan kepribadian Anda.
SENIN, 14 NOVEMBER 2011, 13:17 WIB
heni pridia, Febry Abbdinnah
VIVAnews - Ada penyebab di balik hasrat besar mengonsumsi makanan tertentu. Keinginan laiknya orang ngidam ini bisa jadi teropong untuk melihat kondisi fisik dan juga kepribadian Anda.

"Ngidam makanan tertentu berafiliasi pada keadaan fisik Anda. Juga dapat menjelaskan tipe orang seperti apa Anda," ujar Alan R. Hirsch, M. D., kepala Smell & Taste Treatment, Research Foundation di Chicago, dan penulis buku 'What Flavor Is Your Personality?'

Seperti dilansir oleh Women's Health, Hirsch telah mempelajari proses ngidam dan pilihan makanan terkait dengan keadaan fisik dan kepribadian pada lebih dari 18 ribu orang selama  25 tahun. Apakah salah satunya adalah makanan yang Anda inginkan hari ini?

1. Ngidam Makanan Asin
Kondisi fisik: Kemungkinan besar tubuh Anda kekurangan mineral. "Penelitian menunjukan bahwa beberapa wanita yang mengonsumsi asupan rendah kalsium menginginkan makanan asin dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi cukup kalsium," ujar Michael Tordoff, Ph. D., peneliti di Monell Chemical Senses Center di Philadelphia.

Di dalam tubuh, natrium secara sementara meningkatkan kalsium di dalam darah sehingga tubuh tertipu dan berpikir bahwa masalah kekurangan kalsium telah teratasi. Di sisi lain, mineral lainnya pun ikut berkurang. Penelitian yang dilakukan terhadap hewan percobaan menemukan bahwa kekurangan kalium, kalsium, dan besi dapat membuat orang ingin menyantap makanan asin.

Kepribadian:  Anda termasuk orang yang dapat beradaptasi dengan baik dan membiarkan hidup berjalan laiknya air yang mengalir. Pada penelitian Hirsch, pecinta garam memiliki 'kontrol lokus eksternal' yang berarti Anda mempercayai kekuatan dari luar, bukan tindakan Anda sendiri untuk menentukan nasibAnda.

2. Ngidam Cokelat
Kondisi fisik: Cokelat yang Anda santap akan melepaskan kandungan serotonin. Serotonin ini berfungsi sebagai antidepresan saat hormon kebahagiaan berada di tingkatan terendah.

Kepribadian: Hal ini tergantung dari jenis cokelat yang Anda inginkan. Jika Anda sangat menginginkan kenikmatan dark chocolate berarti Anda adalah orang yang dapat menghidupkan sebuah pesta, menyenangkan orang lain, dan mudah bekerja sama dalam tim. Jika Anda ngidam milk chocolate, berarti Anda adalah tipe orang pendiam dan introspektif.

3. Ngidam Makanan Pedas
Kondisi fisik: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang selalu menginginkan makanan pedas, memiliki tekanan darah tinggi, denyut jantung cepat, dan bernapas dengan cepat.

Kepribadian: 
Anda adalah orang yang perfeksionis, mencintai ketertiban, tidak suka membuang-buang waktu, dan sangat memperhatikan detail.

4. Ngidam Makanan Manis
Kondisi fisik: Kondisi tubuh Anda serupa dengan orang yang mengidam cokelat. Ingin dengan segala sesuatu yang manis menunjukkan bahwa Anda ingin meningkatkan suasana hati Anda. Atau, bisa juga Anda kekurangan banyak energi.

Kepribadian: "Pecinta gula cenderung memiliki sisi liar," ujar Hirsch. Dia menggambarkan bahwa Anda adalah orang-orang yang hedonistik. Anda juga ingin menonjol dan merasa istimewa.

5. Ngidam Makanan Manis dan Asin Bersamaan
Kondisi fisik: Tubuh Anda membutuhkan glukosa dan natrium. Ketika sel-sel tubuh bekerja dengan sangat lamban dan Anda merasak an sangat lelah, Andaakan sangat menginginkan perpaduan dari rasa manis dan asin di mulut
Anda.

Kepribadian: Anda adalah seorang penyendiri, tapi juga seorang yang berani. Menurut data Hirsch, orang yang berpikir bahwa keripik kentang akan
sangat enak ketika dicelupkan ke dalam saus cokelat termasuk orang
yang kreatif, penyendiri, to the point, dan sedikit angkuh. (umi)
• VIVAnews http://kosmo.vivanews.com/news/read/263962-siapa-anda-terbaca-lewat-ngidam-makanan?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Bunda...

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.

Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan,

"Para malaikat di sini:mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, 
tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah,"kata si bayi.

Tuhan menjawab, "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu."



"Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia." demikian kata si bayi.

Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.



Si bayipun bertanya kembali, "Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?"

Sekali lagi Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."




Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, "Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?“

Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun."



Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, "Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi."

Dan Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu."

Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?"

Tuhanpun menjawab, "Kamu dapat memanggil malaikatmu... IBU ..."


Kenanglah Ibu yang menyayangimu,

Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika aku pergi.....

Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu ..?

Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu? dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?


Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan,

Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.

Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang.

Segeralah jenguk ibumu yang berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai malampun kian larut.

Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang. ketika ibu telah tiada ……………

Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita
Tak ada lagi senyuman indah, tanda bahagia.

Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya, yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya.

Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan, tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit...

Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu disetiap hembusan nafasnya.


Kembalilah segera, peluklah ibu yang selalu menyayangimu ..

Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.

Kawan berdo'alah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya jangan biarkan engkau menyesal di masa datang kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu ..

Kenanglah semua - cinta dan kasih sayangnya ...
Ibu .. maafkan aku . .
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas...


Kisah ini aku dapatkan dari seorang teman sewaktu melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) di PLN. hehehee...
Bagi kalian yang berada jauh dari orang tua, janga lupa selalu jaga komunikasi kasih kabar buat orang rumah bisa lewat sms/telfon kan...
dan sesekali pulanglah menjenguk mereka yang selalu merindukan senyumanmu....
Semoga cerita ini dapat selalu mengingatkan kita kepada kedua orang tua kita.
Amin..
Terimakasih...

Ayah, Ibu ini untukmu....

Seorang ibu yang telah melahirkan kita akan sangat menyayangi kita...
Ibu yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk kita ketika kita dilahirkan ke dunia ini...
Dalam sepucuk bait ini, aku ingin mengungkapkan rasa sayang yang amat sangat dalam,
buatmu Ayah Ibuku tercinta...


I B U . . .
Aku sangat sangat menyayangimu...
Aku berjanji ingin membahagiakanmu semampuku...
Seperti apa yang telah kamu lakukan untukku sejak dulu...


A Y A H . . .
Aku juga sangat menyayangimu, tapi aku tak bisa mengungkapkannya...
Biasanya hanya lewat sebuah sms, perhatian dan perbuatanku yang sederhana
dan melakukan apa yang Engkau perintahkan...
Sesungguhnya, betapa ingin aku mengatakan kepadamu,
Bahwa aku menyayangimu walaupun mungkin,
kau telah mengetahuinya tanpa ke mengatakannya...


Ayah, Ibu...
Aku menyayangimu...




Anakmu "Arie"